day-minus-13

Hello again people!
Hari ini H-13 kepindahan saya ke Yogyakarta. Masih agak lama, but time goes so fast lately, I guess. Dan semakin dekat ke hari kepindahan saya, perasaan saya semakin galau. Antara takut kuliah, ingin cepat kuliah dan bertemu teman teman yang baru, dan perasaan yang tidak enak atas pilihan saya ini. Sekitar lima bulan yang lalu saya mendaftar ke Universitas-di-Yogyakarta-itu lewat jalur ujian tertulis. Saat itu saya ingin sekali bisa kuliah di universitas itu dan belajar mati-matian untuk dapat tiket masuk untuk kuliah di sana. Dan tepat tanggal 16 April 2010 sehabis maghrib, Allah answered all my prayers,then He said yes. Tapi di saat bersamaan saya mendengar beberapa teman teman saya yang gagal dalam ujian masuk itu, jadi saya tidak begitu bahagia. Jujur, saya lebih senang melihat teman-teman saya yang masuk UI, ITB, Unpad, dan lain-lain dibanding saya sendiri yang berhasil dapat tiket masuk ke universitas yang saya mau. Dan sejak saat itulah perasaan galau, tidak yakin dengan pilihan saya, dan perasaan ingin-kuliah-di-institut-lain-muncul. Kalian semua yang membaca postingan saya ini boleh menyalahkan saya kenapa saya tidak bersyukur atas apa yang saya dapatkan. Saya sudah coba, tapi sulit. Butuh tiga bulan untuk bisa ikhlas. Tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai bisa menerima kalo ini memang yang terbaik. Saya percaya kalau jalan sukses itu tidak harus lewat universitas atau institut nomor satu di Indonesia. Lewat BSI aje Obama bisa jadi presiden (sori jayus).
Balik ke masalah pindahan, ini pertama kalinya saya pindahan. Selama hampir 18 tahun, saya tinggal di rumah yang saya tempati sekarang. Pindah dari Bekasi ke Yogyakarta yang jaraknya ratusan kilometer, jauh dari keluarga dekat, dan tinggal sendirian, berat. Pulang ke Jakarta enam bulan sekali, lebaran pun saya tidak akan pulang ke Bekasi. Pisah dengan teman-teman saya yang di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Rasanya pingin punya pintu ke mana saja. Kalo ada pintu ke mana saja kan jarak tidak jadi masalah :) . Saya bisa tetap tinggal di Bekasi, kuliah di Yogyakarta, setiap hari ketemu Ibu Bapak Kakak, impossible -_-.
Kalau kata orang-orang zaman dulu, orang merantau insya Allah sukses. Karena saat merantau itulah seseorang bisa mandiri dan membentuk kepribadiannya menjadi seorang yang kuat dan mengatasi masalahnya tanpa bantuan dari keluarga dekat. Saya tidak tahu sebenarnya kalau Bekasi-Yogyakarta itu termasuk merantau apa tidak, anggap saja merantau. Saya harap saya bisa sukses dan pasti sukses. Begitu juga semua teman-teman saya,terutama EMPEROR, semoga kita semua sukses ya :)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.